Rutan Ponorogo Bekali Warga Binaan Cara Kelola Stres, Agar Tak Terjebak Tekanan Selama Menjalani Masa Pembinaan


PONOROGO, SINYALINDONESIA
– Menjalani masa pembinaan di balik jeruji tentu bukan perkara mudah. Tekanan psikologis, keterbatasan ruang gerak hingga kerinduan terhadap keluarga dapat menjadi tantangan tersendiri bagi warga binaan.

Menyadari hal tersebut, Rutan Kelas IIB Ponorogo tak hanya fokus memberikan pembinaan keterampilan. Kemampuan warga binaan dalam mengenali dan mengelola tekanan juga menjadi perhatian.

Selasa (15/9/2026), Rutan Ponorogo menggelar edukasi manajemen stres ringan bagi warga binaan. Kegiatan berlangsung di Ruang Kunjungan Rutan Kelas IIB Ponorogo mulai pukul 08.30 hingga 09.23 WIB.

Sebanyak 10 warga binaan laki-laki mengikuti kegiatan tersebut. Edukasi diberikan empat pemateri dari UIN Satu Tulungagung, yakni N.H. Wulida Ratu N., Ulfatul Mila, Anima Rofiatul M., dan Nadya Sitta Nur Hayyu.

Materi yang diberikan tidak sekadar teori. Para warga binaan diajak mengenali berbagai kondisi yang berpotensi memicu stres sekaligus memahami langkah sederhana untuk menghadapinya secara lebih positif.

Bagi Rutan Ponorogo, kemampuan mengelola stres menjadi bagian penting dari proses pembinaan. Sebab, pembinaan tidak hanya berbicara mengenai apa yang dikerjakan warga binaan, tetapi juga bagaimana mereka mampu mengelola diri dan menghadapi tekanan.

Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo Muhammad Agung Nugroho mengatakan edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembinaan secara menyeluruh.

“Kegiatan edukasi mengenai manajemen stres ringan ini merupakan bagian dari upaya kami dalam memberikan pembinaan yang menyeluruh kepada warga binaan. Kami berharap melalui kegiatan ini, warga binaan dapat memahami cara mengenali dan mengelola stres dengan baik, sehingga mampu menjaga kondisi diri dan menjalani masa pembinaan secara lebih positif,” ujarnya.

Agung juga mengapresiasi keterlibatan UIN Satu Tulungagung dalam mendukung program pembinaan di Rutan Ponorogo.

Menurutnya, kolaborasi dengan lembaga pendidikan menjadi salah satu bentuk sinergi yang dapat memperkaya program pembinaan bagi warga binaan.

“Kami juga mengapresiasi pihak UIN Satu Tulungagung yang telah berkolaborasi memberikan edukasi kepada warga binaan. Sinergi seperti ini tentunya sangat bermanfaat dalam mendukung program pembinaan di Rutan Kelas IIB Ponorogo,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Para peserta juga mengikuti materi dengan antusias.

Melalui edukasi tersebut, Rutan Ponorogo berharap warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang stres, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab, di balik proses pembinaan, ada satu tujuan yang lebih besar: mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke tengah masyarakat dengan kondisi diri yang lebih baik dan kesiapan menghadapi kehidupan secara lebih positif.(Nang/Humas).

0/Post a Comment/Comments

Sinyal Indonesia

Dilihat :