
Hj. Atika Banowati, SH anggota Komisi D DPRD Propinsi Jatim fraksi partai Golkar ketika reses di Magetan
MAGETAN, SINYALINDONESIA – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Golkar, Hj. Atika Banowati, SH, menyerap beragam aspirasi masyarakat saat menggelar reses masa persidangan III tahun sidang 2025/2026 di Balai Desa Kauman, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Rabu (29/7/2026).
Reses yang menjadi agenda rutin legislator daerah pemilihan (Dapil) IX—meliputi Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, Magetan, dan Ngawi—itu diwarnai sejumlah keluhan warga yang mencerminkan persoalan riil di lapangan, mulai dari sektor pertanian hingga infrastruktur dasar.
“Atika mencatat, warga mengeluhkan turunnya harga jual tebu yang tidak sebanding dengan meningkatnya harga pupuk. Kondisi ini dinilai semakin menekan petani,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan bantuan renovasi taman kanak-kanak (TK), pembangunan madrasah diniyah, hingga perbaikan jalan desa yang saat ini dalam kondisi rusak dan dinilai membahayakan pengguna.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Atika menegaskan komitmennya untuk mengawal dan memperjuangkan setiap usulan warga agar dapat dibahas dalam forum resmi DPRD Provinsi Jawa Timur.
“Semua usulan ini akan kami bawa ke rapat di DPRD provinsi. Apalagi sebagian sudah masuk dalam program prioritas provinsi, sehingga peluang realisasi cukup besar, terutama untuk tahun anggaran 2028,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat dan pemerintah desa agar segera menyiapkan proposal pengajuan secara lengkap. Menurutnya, ketepatan waktu dan kelengkapan administrasi menjadi kunci agar usulan tidak gugur di tengah proses.
“Paling tidak awal 2027 proposal sudah masuk. Kalau ada revisi, segera diperbaiki. Jangan ditunda karena bisa menggagalkan pengajuan,” tegasnya.
Reses ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan langsung kepada wakil rakyat, sekaligus menjadi bahan penyusunan kebijakan yang lebih responsif terhadap kondisi di tingkat desa.(Nang/Red).
Posting Komentar