
Usai rumahnya diperbaiki TNI, Sukimin berniat menikah?.
PONOROGO, SINYALINDONESIA – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0802/Ponorogo tak sekadar menghadirkan pembangunan fisik. Di Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, program ini juga menyalakan harapan baru bagi warganya—salah satunya Sukimin (49), pria yang selama ini akrab dengan sebutan “bujang tua”.
Rumah tak layak huni (RTLH) milik Sukimin di Dukuh Gupit kini tengah direhabilitasi. Di sela aktivitas gotong royong bersama Satgas TMMD, wajahnya tampak sumringah. Tangannya tak berhenti membantu, seolah ingin memastikan setiap sudut rumahnya berdiri kokoh.
“Puas dengan materialnya, Pak. Dindingnya pakai batako, kuat untuk tanah yang bergerak di sini,” ujar Sukimin dengan nada penuh keyakinan. Baginya, kualitas bangunan bukan sekadar soal fisik, tetapi jaminan rasa aman untuk masa depan.
Namun, di balik bangunan yang mulai tegak berdiri, tersimpan cerita yang lebih personal. Saat ditanya soal keluarga, Sukimin sempat tersipu. “Saya ini bujang tua, Pak… nggak laku nikah,” katanya sambil tersenyum kecil.
Meski begitu, pria yang hampir menginjak usia setengah abad itu kini mulai membuka lembaran baru. Rumah layak huni yang segera ia tempati menjadi titik balik harapan. “Mungkin setelah punya rumah yang layak, saya baru berpikir untuk menikah,” ucapnya pelan, namun penuh makna.
Program RTLH dalam TMMD ke-129 memang dirancang bukan hanya untuk memperbaiki hunian, tetapi juga memperbaiki kualitas hidup. Bagi Sukimin, perubahan itu terasa nyata. Dari sekadar memiliki tempat berteduh, kini ia mulai berani memikirkan masa depan yang lebih utuh—termasuk membangun keluarga.
Semangat gotong royong warga bersama TNI pun menjadi energi tersendiri. Rehab rumah Sukimin bukan hanya proyek pembangunan, melainkan simbol kepedulian dan kebersamaan.
Di tengah hiruk-pikuk pembangunan desa, kisah Sukimin menjadi pengingat bahwa sebuah rumah bisa berarti lebih dari sekadar bangunan—ia adalah awal dari harapan, bahkan mungkin, awal dari sebuah pernikahan.(Nang/Red).
Posting Komentar