
Pembangunan jembatan hubungkan dus Dukuh di Desa Bulu lor Jambon Ponorogo
PONOROGO, SINYALINDONESIA — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 tahun 2026 yang dilaksanakan Kodim 0802/Ponorogo kembali menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat pedesaan. Salah satu sasaran fisik yang paling berdampak adalah pembangunan jembatan penghubung antara Dukuh Bibis dan Dukuh Gupit, Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon.
Selama bertahun-tahun, warga di dua dukuh tersebut harus memutar hingga ribuan meter untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Akses yang terbatas membuat mobilitas warga, terutama untuk ke sekolah, sawah, dan kebutuhan sosial lainnya menjadi kurang efisien.
Kini, harapan itu mulai terjawab. Jembatan yang dibangun melalui program TMMD menjadi penghubung vital yang memangkas jarak tempuh secara signifikan. Kehadirannya tidak hanya mempercepat mobilitas, tetapi juga membuka peluang baru bagi peningkatan ekonomi warga.
Pembangunan jembatan ini juga menjadi cerminan kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat. Sejak awal pengerjaan, warga Dukuh Bibis dan Dukuh Gupit kompak bergotong royong bersama Satgas TMMD. Proses pengecoran yang membutuhkan tenaga ekstra dilakukan secara maraton tanpa jeda demi menjaga kualitas konstruksi.
“Semua warga bersama TNI terus kerja bakti, pagi hingga sore. Bahkan saat pengecoran, kami lakukan bersama-sama tanpa berhenti,” ujar Mukhorobin (50), Ketua RT 03/RW 03 Dukuh Bibis.
Ia menegaskan, keberadaan jembatan tersebut akan sangat membantu aktivitas warga. Tidak hanya memangkas waktu tempuh, tetapi juga mempermudah akses hasil pertanian serta kebutuhan pendidikan anak-anak di desa.
Kehadiran Satgas TMMD di Desa Bulu Lor pun mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat. Selain pembangunan infrastruktur, program ini turut menyentuh aspek lain seperti ketahanan pangan dan edukasi warga.
“TMMD benar-benar membantu desa kami. Ini bukan hanya soal jembatan, tapi juga kemajuan desa secara keseluruhan,” tambahnya.
Dengan progres pembangunan yang terus dikebut, warga berharap jembatan tersebut segera rampung dan dapat dimanfaatkan sepenuhnya. Bagi mereka, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi baru yang menghubungkan kehidupan, mempercepat aktivitas, dan membawa perubahan nyata di pedesaan.(Nang/Humas).
Posting Komentar