PONOROGO, SINYALINDONESIA – Tawa pecah di area kunjungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo, Selasa (28/7). Siang itu, suasana yang biasanya sunyi berubah hangat ketika puluhan warga binaan perempuan larut dalam rangkaian fun game edukatif yang digelar mahasiswi magang.
Kegiatan ini bukan sekadar hiburan. Ia menjadi ruang kecil untuk menyalakan kembali harapan—sesuatu yang kerap redup di balik tembok pembatas kebebasan. Permainan disusun sederhana, namun sarat makna: kerja sama, komunikasi, dan keberanian menatap masa depan.
Salah satu sesi yang paling menyentuh adalah “Pohon Harapan”. Di atas potongan kertas warna-warni, para peserta menuliskan mimpi mereka—tentang keluarga yang ingin dipeluk kembali, pekerjaan yang ingin diraih, hingga keinginan menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas nanti. Kertas-kertas itu lalu ditempel, membentuk simbol harapan yang tumbuh bersama.
Tak hanya itu, suasana juga dipanaskan dengan cerdas cermat bertema kebangsaan. Pertanyaan seputar Pancasila, lambang negara, Presiden Indonesia, hingga makna gotong royong mengalir cepat. Di tengah tawa dan saling dukung antarpeserta, nilai-nilai nasionalisme disisipkan secara ringan namun mengena.
“Ini bukan hanya permainan, tapi bagian dari pembinaan mental dan karakter,” ujar salah satu pendamping kegiatan. Ia menilai, pendekatan interaktif seperti ini mampu membuka ruang ekspresi sekaligus membangun kembali rasa percaya diri warga binaan.
Antusiasme terlihat sepanjang kegiatan. Gelak tawa, tepuk tangan, hingga sorakan kecil menjadi penanda bahwa energi positif masih tumbuh di dalam diri para peserta. Para mahasiswi magang pun aktif memberi motivasi, menciptakan interaksi yang hangat dan setara.
Rutan Ponorogo terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang lebih humanis—tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memulihkan semangat hidup. Kegiatan seperti ini diharapkan menjadi bekal penting, agar warga binaan kelak dapat kembali ke masyarakat dengan kepercayaan diri dan harapan baru.
Di balik jeruji, harapan itu ternyata belum padam. Ia hanya menunggu ruang untuk kembali tumbuh.(Nang/Humas).

Posting Komentar