PONOROGO, SINYALINDONESIA – Harapan panjang warga Dukuh Ngipik, Desa Bulu Lor, akhirnya menemukan jawab. Setelah bertahun-tahun bergantung pada jembatan sesek dari bambu yang rapuh dan berisiko, kini akses utama mereka mulai berubah wujud menjadi jembatan permanen melalui program TMMD ke-129 Kodim 0802/Ponorogo, Rabu (22/07/2026).
Pembangunan jembatan ini menjadi salah satu sasaran fisik utama dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), yang tak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga menghidupkan kembali denyut ekonomi dan mobilitas warga desa.
Di lokasi, terlihat anggota Satgas TMMD bekerja berdampingan dengan masyarakat. Semangat gotong royong terasa kuat—cerminan kolaborasi antara negara dan rakyat di tingkat paling dasar.
Bagi warga seperti Markun (72), jembatan ini bukan sekadar bangunan. Ia adalah simbol perubahan. Selama ini, aktivitas harian—mulai dari pergi ke sawah hingga akses anak-anak menuju sekolah—harus melalui jembatan bambu yang licin dan rawan ambruk saat musim hujan.
“Dulu hanya jembatan sesek. Sekarang sudah mulai dibangun, saya senang sekali. Semoga ke depan bisa membawa manfaat untuk anak cucu,” ujarnya dengan mata berbinar.
Pembangunan ini juga diharapkan membuka isolasi wilayah yang selama ini menjadi kendala utama. Dengan akses yang lebih layak, distribusi hasil pertanian hingga mobilitas warga diprediksi akan meningkat signifikan.
Program TMMD ke-129 di Desa Bulu Lor menjadi bukti nyata bahwa pembangunan di desa bukan sekadar janji, melainkan kerja bersama yang perlahan namun pasti menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Jembatan itu kini bukan hanya menghubungkan dua sisi wilayah—tetapi juga menyambungkan harapan lama warga Dukuh Ngipik menuju masa depan yang lebih baik.(Nang/Humas).

Posting Komentar