Rutan Ponorogo Perkuat Kinerja 2026, STAR PROAKSI Jadi Instrumen Pengawasan Program Aksi


PONOROGO, SINYALINDONESIA
– Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo mulai mengakselerasi kinerja organisasi tahun 2026 dengan menggelar rapat penetapan program kerja berbasis STAR PROAKSI (Sistem Pemantauan Aktualisasi Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan), Jumat (12/06/2026).

Rapat yang berlangsung di Aula Sasono Condrodimuko ini dipimpin langsung Kepala Rutan Ponorogo, Muhammad Agung Nugroho, dan diikuti seluruh pejabat struktural serta tim pelaksana. Forum ini menjadi titik awal konsolidasi program sekaligus penegasan arah kebijakan yang akan dijalankan sepanjang tahun.

Tidak sekadar agenda rutin, rapat ini menandai perubahan pendekatan dalam tata kelola program. Melalui STAR PROAKSI, setiap rencana kerja tidak hanya disusun, tetapi juga harus terukur, terpantau, dan dapat dievaluasi secara real time.

Muhammad Agung Nugroho menegaskan, sistem ini bukan sekadar aplikasi administratif, melainkan instrumen pengendali kinerja.

“STAR PROAKSI memastikan setiap program aksi berjalan sesuai target. Kita tidak hanya bekerja, tetapi juga memastikan hasilnya terukur dan berdampak nyata,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya keselarasan antara program kerja satuan dengan kebijakan strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Menurutnya, tanpa indikator yang jelas, program berpotensi kehilangan arah dan sulit dievaluasi.

Dalam rapat tersebut, pembahasan berlangsung cukup dinamis. Setiap bidang memaparkan rencana kerja yang kemudian dikaji bersama, mulai dari target kegiatan, indikator keberhasilan, jadwal pelaksanaan, hingga penanggung jawab program.

Pendekatan ini mencerminkan model kerja kolaboratif yang menuntut akuntabilitas di setiap lini. Tidak ada lagi program yang berjalan tanpa ukuran kinerja yang pasti.

STAR PROAKSI sendiri dirancang sebagai platform digital yang memungkinkan monitoring dan evaluasi program dilakukan secara terintegrasi. Dengan sistem ini, capaian kinerja dapat dipantau secara berkala, sekaligus menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.

Di tengah tuntutan reformasi birokrasi, langkah Rutan Ponorogo ini menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas publik. Digitalisasi pelaporan dinilai mampu meminimalisir kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan program.

Lebih jauh, implementasi STAR PROAKSI juga diharapkan mendorong budaya kerja yang lebih disiplin dan berbasis hasil (result oriented). Setiap program tidak hanya dituntut selesai, tetapi juga harus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan.

Rapat ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk menjalankan program secara konsisten dan bertanggung jawab. Semangat kolaborasi yang terbangun di forum tersebut menjadi modal penting dalam mencapai target kinerja tahun 2026.

Dengan langkah ini, Rutan Ponorogo menegaskan posisinya sebagai satuan kerja yang adaptif terhadap perubahan, sekaligus serius dalam membangun tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.(Nang/Humas).

0/Post a Comment/Comments

Sinyal Indonesia

Dilihat :