
BRI selalu hadir dampingi UMKM naik kelas dengan kucuran KUR
TRENGGALEK, SINYALINDONESIA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Branch Office (BO) Trenggalek, Jawa Timur, terus mempertegas perannya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan lewat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga April 2026, realisasi KUR yang disalurkan telah mencapai Rp252,7 miliar, menyasar ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai sektor produktif.
Branch Office Head BRI BO Trenggalek, Ikhwan Beladdinilma, mengungkapkan bahwa penyaluran KUR masih didominasi sektor perdagangan eceran hasil ternak dengan nilai mencapai Rp35 miliar atau sekitar 13,83 persen dari total penyaluran. Selain itu, sektor produksi seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga jasa lainnya tetap menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Trenggalek.
“Pembiayaan melalui KUR membuka akses permodalan yang lebih luas bagi pelaku usaha, sehingga mereka dapat meningkatkan kapasitas usaha, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat daya saing ekonomi daerah,” ujarnya Ahad, 31/5/2026.
Menurut Ikhwan, penyaluran KUR tidak hanya berfokus pada aspek pembiayaan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar mendukung agenda pembangunan nasional, termasuk penguatan ekonomi berbasis UMKM, pemerataan pembangunan, serta perluasan kesempatan kerja sebagaimana tertuang dalam program prioritas pemerintah.
Ia menambahkan, BRI melihat potensi besar di sektor pertanian dan perikanan di Trenggalek yang masih dapat terus dikembangkan. Oleh karena itu, kehadiran KUR menjadi instrumen penting untuk mendorong produktivitas sektor-sektor tersebut.
“BRI tidak hanya hadir sebagai penyalur dana, tetapi juga sebagai mitra pemberdayaan. Kami memberikan pendampingan usaha serta edukasi finansial agar para debitur mampu mengelola usaha secara berkelanjutan dan bertanggung jawab,” kata Ikhwan.
Langkah ini juga sejalan dengan visi BRI sebagai mitra strategis dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya di daerah dengan potensi unggulan. Melalui pendekatan yang lebih komprehensif, BRI mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan naik kelas.
Ke depan, BRI BO Trenggalek optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai katalis pertumbuhan ekonomi lokal. Fokus pada sektor produktif serta integrasi program pemberdayaan menjadi kunci dalam menjawab tantangan pembangunan ekonomi inklusif.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku UMKM, tidak hanya dari sisi permodalan, tetapi juga melalui pelatihan dan edukasi digital. Harapannya, pelaku usaha dapat memanfaatkan platform online untuk memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas usahanya,” tegasnya.(Nang/Humas).

Posting Komentar