Di Balik Jeruji, Asa Itu Tetap Menyala: Rutan Ponorogo Buka Akses Pendidikan bagi Warga Binaan

Agung Nugroho Karutan Ponorogo bersama Nur Nahudi Kadindik Ponorogo 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Jeruji besi tak lagi menjadi batas bagi harapan. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo mulai membuka jalan baru bagi warga binaan: akses pendidikan dan literasi yang lebih luas.

Langkah itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Rutan Ponorogo dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Senin (20/4). Bertempat di aula rutan, kesepakatan ini menjadi titik awal penguatan pembinaan berbasis pengetahuan.

Program yang diusung bukan sekadar formalitas. Rutan Ponorogo kini bersiap menghadirkan pendidikan kesetaraan—memberi kesempatan warga binaan menyelesaikan jenjang pendidikan yang sempat terputus. Di saat yang sama, dukungan literasi diperkuat melalui penyediaan bahan bacaan dan fasilitas perpustakaan di dalam rutan.

Kepala Rutan Ponorogo menegaskan, pembinaan tak cukup hanya dengan pendekatan keamanan. Pendidikan, kata dia, adalah kunci agar warga binaan memiliki bekal saat kembali ke masyarakat.

“Ini bukan hanya soal belajar, tapi tentang menyiapkan masa depan. Kami ingin mereka keluar dari sini dengan kepercayaan diri, keterampilan, dan pengetahuan,” ujarnya.

Sinergi lintas instansi ini juga mencakup pendampingan program, evaluasi berkala, hingga penguatan sarana pembelajaran. Tujuannya jelas: memastikan pendidikan di dalam rutan berjalan berkelanjutan, bukan sekadar program sesaat.

Langkah ini mencerminkan pergeseran paradigma pembinaan di lembaga pemasyarakatan—dari sekadar menjalani hukuman, menuju proses pemulihan dan pemberdayaan. Pendidikan dan literasi ditempatkan sebagai fondasi utama reintegrasi sosial.

Di tengah keterbatasan ruang, Rutan Ponorogo mencoba membuktikan: kesempatan untuk berubah tetap bisa tumbuh, bahkan dari balik jeruji.(Nang/Humas).

0/Post a Comment/Comments

Sinyal Indonesia

Dilihat :