Tiga Kandidat Sekda Menguat, Akademisi Nilai Langkah Lisdyarita Sudah Tepat

Assoc Prof. Dr. M. Fajar Pramono, M.Si 
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Ponorogo 

PONOROGO, SINYALINDONESIA
— Proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo memasuki fase krusial. Tiga nama yang telah mengerucut, yakni Agus Sugiarto, Henry Indrawardana, dan Masun, dinilai sebagai figur-figur yang matang secara pengalaman dan layak menduduki jabatan strategis tersebut.

Pandangan itu disampaikan Assoc Prof. Dr. Muhammad Fajar Pramono, M.Si Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Ponorogo. Ia menilai langkah Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita dalam menentukan arah kepemimpinan birokrasi sudah berada di jalur yang tepat.

“Siapapun yang terpilih, langkah yang diambil sudah strategis untuk menjaga keberlangsungan pemerintahan daerah,” ujarnya.

Menurutnya, ketiga kandidat bukan nama baru dalam birokrasi. Mereka telah teruji dalam berbagai amanah dan memiliki rekam jejak yang cukup untuk mengemban peran sebagai Sekda—jabatan yang menjadi simpul utama manajemen pemerintahan daerah.

Lebih dari sekadar pengisian jabatan, Fajar melihat proses ini sebagai bagian penting dari regenerasi birokrasi. Ia menekankan bahwa rotasi dan promosi jabatan harus berjalan sehat agar tidak terjadi stagnasi dalam tata kelola pemerintahan.

“Ini bukan hanya soal posisi, tapi bagaimana memberi ruang bagi kader terbaik untuk berkembang. Regenerasi yang sehat akan menciptakan pemerintahan yang adaptif dan progresif,” imbuhnya.

Dalam struktur pemerintahan daerah, Sekda memiliki peran vital. Selain membantu kepala daerah dalam aspek administratif dan teknis, Sekda juga menjadi motor koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Fungsi lain yang tak kalah penting adalah pengawasan kebijakan, pengelolaan administrasi, hingga penyusunan laporan kinerja pemerintahan.

Tak hanya itu, Sekda juga berperan dalam mendorong pengembangan organisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Pemkab. Dengan peran strategis tersebut, pemilihan figur yang tepat menjadi kunci stabilitas dan efektivitas pemerintahan.

Fajar pun menegaskan, dengan kapasitas dan pengalaman yang dimiliki, ketiga kandidat memiliki peluang yang sama besar untuk dipercaya memegang tongkat komando birokrasi.

“Secara umum, ketiganya sangat layak dipromosikan. Tinggal bagaimana keputusan akhir nanti mampu menjawab kebutuhan dan tantangan pembangunan Ponorogo ke depan,” pungkasnya.

Penulis : Nanang

0/Post a Comment/Comments

Sinyal Indonesia

Dilihat :