SURABAYA, SINYALINDONESIA — Halaman Mapolsek Wonocolo, Surabaya, Senin pagi (2/2/2026), tampak lebih ramai dari biasanya. Bukan karena perkara hukum, melainkan deretan kendaraan warga yang mengantre untuk dipasangi alarm secara gratis. Bahkan, sepuluh pendaftar pertama pulang membawa bonus tak terduga: buah durian.
Program pemasangan alarm kendaraan gratis ini menjadi salah satu jurus preventif Polsek Wonocolo dalam merespons meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap pencurian kendaraan bermotor. Alih-alih menunggu kejahatan terjadi, polisi memilih “menutup celah” sejak awal.
Sebanyak 100 unit alarm disiapkan dan langsung dipasang oleh petugas kepolisian. Warga cukup datang membawa kendaraannya, tanpa dipungut biaya sepeser pun. Langkah sederhana, namun berdampak langsung pada rasa aman masyarakat.
Kapolsek Wonocolo Surabaya, Kompol Haryoko Widhi, S.H., M.H., menyebut program ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, yang menekankan pentingnya pencegahan dini kejahatan.
“Prinsipnya sedia payung sebelum hujan. Alarm ini menjadi perlindungan awal agar niat pelaku kejahatan bisa diurungkan,” ujar Kompol Haryoko.
Tak hanya soal teknis keamanan, Polsek Wonocolo juga menampilkan wajah Polri yang lebih humanis. Sajian durian bagi pendaftar awal bukan sekadar gimmick, melainkan simbol kedekatan dan apresiasi kepada warga yang peduli pada keamanan lingkungannya.
Pendekatan sederhana namun membumi ini menuai respons positif. Antusiasme warga terus mengalir hingga siang hari, menandakan tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kendaraan dari ancaman kejahatan.
Di tengah isu keamanan perkotaan yang kerap membuat warga resah, langkah Polsek Wonocolo ini menunjukkan bahwa rasa aman bisa dibangun lewat pelayanan langsung, pendekatan persuasif, dan sentuhan kemanusiaan. Polisi hadir bukan hanya saat kejahatan terjadi, tetapi juga saat pencegahan dibutuhkan.(Nang/Humas).

Posting Komentar