Dilantik di Pendopo Keraton, PBVSI Sumenep Pasang Target Cetak Atlet Lokal Tembus Luar Daerah


SUMENEP, SINYALINDONESIA
— Suasana Pendopo Keraton Sumenep, Jumat (13/02/2026), tak sekadar menjadi ajang seremonial pelantikan pengurus baru Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Sumenep masa bakti 2025–2029. Di balik prosesi itu, terselip pesan tegas: Sumenep harus berhenti menjadi “pasar” atlet dari luar dan mulai melahirkan pemain unggulan dari rahimnya sendiri.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, secara lugas menyoroti ironi yang selama ini terjadi. Potensi atlet voli Sumenep dinilai besar, tetapi belum sepenuhnya terkelola maksimal. Ia menyinggung persoalan komunikasi dan soliditas organisasi yang kerap menjadi batu sandungan.

“Harapan kita itu, justru atlet Sumenep yang dikontrak keluar. Dari kita yang diundang, bukan kita yang mengundang,” tegasnya.

Pesan itu menjadi tantangan langsung bagi kepengurusan baru PBVSI Sumenep. Di bawah komando Syamsul Muarif, arah pembinaan kini dipusatkan pada fondasi paling dasar: usia dini.

Langkah awal pun disiapkan melalui seleksi terbuka kelompok umur U-15, U-17, U-19, hingga U-20 dengan kuota 15–20 atlet di tiap kategori. Seleksi ini tak hanya berburu bakat, tetapi juga membangun database kompetensi atlet sebagai pijakan pembinaan jangka panjang.

Dari tingkat provinsi, sinyal dukungan mengalir. Ketua Harian PBVSI Pengprov Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, yang mewakili Ketua Umum Irjen Pol Nanang Avianto, menegaskan bahwa olahraga bukan sekadar soal medali.

“Olahraga berperan membentuk karakter, disiplin, dan sportivitas generasi muda,” ujarnya.

Ia menekankan pembinaan harus dilakukan berjenjang—dari SD hingga perguruan tinggi—dengan sistem yang terprogram dan berkesinambungan. Atlet, pelatih, wasit, serta sarana-prasarana harus berjalan dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

Sumenep sejatinya bukan nama asing dalam berbagai kompetisi daerah maupun nasional. Namun, konsistensi prestasi masih menjadi pekerjaan rumah. Tanpa sistem pembinaan yang rapi, potensi hanya akan menjadi catatan statistik.

Kini, bola ada di tangan pengurus baru. Jika soliditas terjaga dan pembinaan usia dini benar-benar dijalankan, Sumenep bukan hanya mampu berbicara di level regional—tetapi berpeluang mengirim putra-putri terbaiknya bersaing di panggung yang lebih tinggi.(Nang/Humas).

0/Post a Comment/Comments

Sinyal Indonesia

Dilihat :