SURABAYA, SINYALINDONESIA – Dinamika kriminalitas di kota besar tak pernah sepenuhnya landai. Namun di tengah fluktuasi itu, Polrestabes Surabaya menegaskan satu hal: keamanan warga tetap menjadi harga mati.
Sepanjang 2025, Polrestabes Surabaya Polda Jatim mencatat 600 laporan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Angka tersebut naik sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, aparat tidak tinggal diam.
Langkah cepat dan terukur langsung diambil. Hasilnya, 472 tersangka berhasil diproses, mayoritas merupakan residivis yang kembali mengulang kejahatan lama. Artinya, polisi bukan sekadar menangkap, tetapi berupaya memutus mata rantai kejahatan dari akarnya.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan menegaskan bahwa curanmor menjadi atensi serius yang tak bisa ditangani setengah-setengah.
“Dari 600 laporan, hampir seluruhnya sudah masuk tahap penuntutan di persidangan. Ini bukti kerja keras anggota di lapangan,” ujarnya, Rabu (31/12).
Menurut Luthfi, penguatan patroli, penajaman intelijen, hingga revitalisasi siskamling di tingkat permukiman menjadi kunci menekan ruang gerak pelaku. Polisi, kata dia, tidak bisa bekerja sendiri tanpa keterlibatan warga.
Tak hanya kejahatan jalanan, perang terhadap narkotika juga menunjukkan hasil signifikan. Sepanjang 2025, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya membongkar 724 kasus, dengan 940 tersangka diamankan.
Barang bukti yang disita mencerminkan ancaman serius: 93,9 kilogram sabu, puluhan ribu pil ekstasi, 7,7 kilogram ganja, hingga ratusan ribu obat keras daftar G—zat yang mengintai masa depan generasi muda.
Ke depan, tantangan baru pun mengintai. Polisi mewaspadai modus narkotika jenis baru yang disisipkan melalui cairan rokok elektrik atau vape.
“Meski belum ditemukan di Surabaya, kewaspadaan tetap kami tingkatkan. Dampaknya sangat destruktif bagi kesehatan,” tegas Luthfi.
Di tengah statistik yang naik-turun, satu pesan disampaikan tegas: negara hadir. Dan keamanan kota bukan sekadar angka, melainkan komitmen yang dijaga setiap hari—oleh polisi dan masyarakat, bersama-sama.(Nang/Humas).

Posting Komentar