
Hj.. Atika Banowati, SH anggota DPRD Propinsi Jatim fraksi partai Golkar siap perjuangkan pembangunan jembatan ngebel yang rusak akibat longsor
PONOROGO, SINYALINDONESIA — Kerusakan jembatan penghubung Desa Wagirlor, Kecamatan Ngebel, dengan Desa Wates, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, telah berlangsung hampir empat tahun. Akibat longsor, jembatan tersebut kini tak lagi bisa dilewati warga dan mengganggu aktivitas sosial serta ekonomi masyarakat.
Kondisi jembatan itu kembali menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial. Jembatan tersebut merupakan akses vital yang selama ini menjadi penghubung utama dua wilayah. Kerusakan berkepanjangan membuat warga terpaksa memutar lewat jalur alternatif yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
![]() |
| Kondisi terkini jembatan di desa Wagirlor akan dibangun melalui dana tanggap darurat bencana propinsi Jatim |
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Komisi D dari Fraksi Golkar, Hj. Atika Banowati, SH, mengaku prihatin melihat kondisi tersebut. Ia menilai, rusaknya jembatan tidak sekadar persoalan infrastruktur, tetapi menyangkut hajat hidup warga.
“Jembatan ini sempat viral di media sosial. Padahal, itu akses satu-satunya warga sebagai penghubung Desa Wates dan Ngebel. Sekarang sudah tidak bisa dilewati,” kata Atika kepada Sinyal Ponorogo, Selasa (20/1/2026).
Sebagai bentuk respons cepat, Atika bersama Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita dan BPBD melakukan peninjauan langsung ke lokasi jembatan. Dalam kunjungan itu, dilakukan koordinasi awal untuk menentukan langkah penyelamatan dan skema pembangunan jembatan.
Atika menyebut, DPRD Provinsi Jawa Timur mendorong agar jembatan tersebut segera dibangun melalui dana tanggap darurat bencana Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Ponorogo diminta segera menyiapkan Detail Engineering Design (DED).
“Kami minta DED segera disiapkan. Targetnya satu minggu selesai, lalu akan kami usulkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui dana tanggap darurat bencana yang nilainya mencapai ratusan miliar,” jelasnya.
Berdasarkan hasil koordinasi, kebutuhan anggaran pembangunan jembatan diperkirakan mencapai Rp4 miliar. Menurut Atika, nominal tersebut masih sangat memungkinkan untuk diakomodasi dalam anggaran darurat provinsi.
“Setelah ini kami akan menghadap Ibu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk menyampaikan kondisi dan urgensi pembangunan jembatan ini,” tegasnya.
Meski terdapat jalur alternatif, Atika menegaskan akses tersebut tidak cukup memadai karena hanya bisa dilalui sepeda motor. Sementara kendaraan roda empat tidak dapat melintas, padahal jalur tersebut menjadi urat nadi ekonomi warga.
“Kami akan berjuang agar jembatan ini bisa dibangun. Harapannya, akses warga kembali nyaman dan roda ekonomi masyarakat bisa berjalan lancar,” pungkasnya.
Penulis : Nanang

Posting Komentar