PONOROGO, SINYALINDONESIA — Di balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo, sejumput harapan kembali dinyalakan. Sabtu (27/12), lima Warga Binaan Nasrani mengikuti kebaktian rohani di Aula Rutan Ponorogo. Dalam doa dan pujian, mereka menata ulang iman sekaligus masa depan.
Kebaktian yang menjadi bagian dari pembinaan kepribadian itu berlangsung khidmat. Dilayani tim Yayasan Abdi Besar Sejahtera (YABES), ibadah dipimpin oleh Stefanus Samadi bersama Ev. Jenny S., M.Th. Tema “Masuk Surga” menjadi benang merah refleksi, mengajak Warga Binaan merenungkan iman, pertobatan, dan keselamatan.
Sejumlah ayat Alkitab seperti Roma 10:9, Roma 3:23, Roma 6:23, Filipi 4:6–7, hingga Matius 25:30 dibedah secara sederhana namun mengena. Pesannya jelas: setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah, sejauh ia mau membuka hati dan menata hidup ke arah yang lebih baik.
Suasana ibadah terasa penuh penghayatan. Para Warga Binaan mengikuti rangkaian pujian dan doa dengan tenang. Di penghujung kebaktian, mereka menerima pelayanan doa pribadi—menjadi ruang sunyi untuk menguatkan batin selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Rutan Ponorogo, M. Agung Nugroho, menegaskan bahwa pembinaan rohani memiliki peran strategis dalam proses pemasyarakatan.
“Pembinaan spiritual membantu Warga Binaan membangun kesadaran diri, memperkuat mental, dan menumbuhkan harapan agar kelak mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui kegiatan keagamaan yang berkelanjutan, Rutan Ponorogo berupaya menghadirkan pemasyarakatan yang lebih manusiawi. Bahwa di balik jeruji, selalu ada ruang untuk refleksi, perubahan, dan harapan baru.(Humas/Nang).

Posting Komentar