PONOROGO, SINYALINDONESIA – Perang melawan narkoba kini tak lagi hanya menjadi tugas aparat penegak hukum. Dari tingkat desa, gerakan pencegahan mulai diperkuat. Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo didorong menjadi zona “BERSINAR” (Bersih dari Narkoba) melalui sosialisasi yang digelar Polsek Sukorejo bersama Muspika setempat, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Kedungbanteng sejak pukul 09.00 WIB itu diikuti 45 peserta dari ketua RT se-desa. Hadir pula Kepala Desa Kedungbanteng Sony Syaifulloh, S.E, Camat Sukorejo Drs. Setiyo Hari Sujatmiko, A.P, Kapolsek Sukorejo IPTU Agus Tri Cahyo Wiyono, S.H., M.H, Danramil Sukorejo Kapten CPL Tukiran, serta unsur TNI-Polri melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
Sosialisasi diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan, doa, dan dilanjutkan pemaparan materi oleh para narasumber. Fokus utama kegiatan ini adalah membangun kesadaran kolektif masyarakat akan bahaya narkoba yang kini kian masif dan menyasar hingga ke wilayah pedesaan.
Kapolsek Sukorejo IPTU Agus Tri Cahyo Wiyono menegaskan, ancaman narkoba tidak lagi mengenal batas kota maupun desa. Karena itu, peran masyarakat menjadi sangat penting sebagai benteng pertama pencegahan.
“Peredaran narkoba bisa masuk ke semua lini, termasuk desa. Maka dari itu, masyarakat harus berani peduli, mengawasi lingkungan, dan segera melapor jika ada indikasi penyalahgunaan,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif ketua RT sebagai ujung tombak di tingkat lingkungan menjadi strategi efektif dalam mendeteksi dini potensi peredaran narkoba.
Senada dengan itu, Camat Sukorejo Setiyo Hari Sujatmiko menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat. Menurutnya, program BERSINAR akan berjalan efektif jika seluruh elemen bergerak bersama.
“Ini bukan hanya program seremonial. Harus ada tindak lanjut nyata di lapangan agar Kedungbanteng benar-benar menjadi desa yang bersih dari narkoba,” ujarnya.
Sementara itu, Danramil Sukorejo Kapten CPL Tukiran mengingatkan bahwa generasi muda menjadi kelompok paling rentan terhadap pengaruh narkoba. Ia mendorong pendekatan edukatif dan pembinaan berkelanjutan agar pemuda tidak mudah terjerumus.
Di sisi lain, Kepala Desa Kedungbanteng Sony Syaifulloh menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan komitmen pemerintah desa untuk terus memperkuat pembinaan masyarakat, khususnya kalangan pemuda.
“Kami siap mendukung penuh program ini. Pembinaan kepada generasi muda akan terus kami tingkatkan agar mereka tidak terjerat narkoba,” ungkapnya.
Program Desa BERSINAR sendiri merupakan bagian dari upaya nasional dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan produktif. Dengan melibatkan masyarakat hingga tingkat RT, diharapkan upaya pencegahan narkoba dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.(Nang/Red).

Posting Komentar