Empati di Tengah Duka: Polisi Hadir Menguatkan Keluarga Bayi Kembar yang Kehilangan Ibu

AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo
Kapolres Bondowoso kuatkan keluarga bayi kembar 

BONDOWOSO, SINYALINDONESIA
– Duka yang menyelimuti sebuah rumah sederhana di Dusun Sukobiyung, Desa Pakisan, Kecamatan Tlogosari, tak lagi sepenuhnya sunyi. Di tengah kehilangan yang begitu dalam, hadir tangan-tangan yang mencoba menguatkan—bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga harapan.

Adalah keluarga Jumali (38) yang tengah menghadapi kenyataan pahit. Sang istri meninggal dunia usai melahirkan bayi kembar, meninggalkan duka sekaligus tanggung jawab besar bagi keluarga yang kini harus merawat dua bayi sekaligus tanpa kehadiran seorang ibu.

Kisah pilu ini sempat menyita perhatian publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Respons pun datang cepat. Polres Bondowoso Polda Jawa Timur bergerak, bukan sekadar sebagai institusi penegak hukum, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang turut merasakan duka.

Dipimpin langsung Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, jajaran pejabat utama mendatangi rumah duka, Rabu (8/7/2026). Mereka membawa bantuan berupa perlengkapan bayi kembar dan kebutuhan pokok—sesuatu yang mungkin sederhana, tetapi sangat berarti di tengah situasi yang serba sulit.

Namun, kehadiran mereka bukan semata soal bantuan materi.

“Kami hadir untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril. Kami ingin keluarga tetap kuat, tabah, dan mampu melalui ujian ini,” ujar AKBP Aryo di sela kunjungan.

Di hadapan keluarga yang berduka, pesan itu terasa lebih dari sekadar formalitas. Ada empati yang nyata, yang mencoba merangkul di tengah kehilangan.

Menurut Aryo, nilai kemanusiaan harus menjadi fondasi dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Ia menegaskan, pengabdian Polri tidak berhenti pada aspek keamanan, tetapi juga menjangkau sisi-sisi kemanusiaan yang sering kali luput dari perhatian.

“Polri hadir bukan hanya saat masyarakat membutuhkan rasa aman, tetapi juga ketika mereka membutuhkan kepedulian dan harapan,” katanya.

Kunjungan tersebut menjadi potret lain wajah kepolisian—lebih dekat, lebih manusiawi. Di tengah berbagai tantangan dan tuntutan, pendekatan seperti ini menjadi jembatan penting dalam membangun kepercayaan publik.

Bagi keluarga Jumali, mungkin bantuan itu tidak serta-merta menghapus duka. Namun setidaknya, mereka tidak merasa sendiri.

Di balik seragam dan tugas negara, ada empati yang bekerja—sunyi, tetapi nyata.(Nang/Humas).

0/Post a Comment/Comments

Sinyal Indonesia

Dilihat :