
PONOROGO, SINYALINDONESIA — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo menutup Program Pemagangan Nasional Batch II Kementerian Ketenagakerjaan dengan suasana khidmat sekaligus penuh kehangatan. Kegiatan yang digelar di aula rutan itu menjadi penanda berakhirnya proses pembelajaran lapangan yang tak hanya menitikberatkan keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda.
Sejak awal acara, nuansa nasionalisme terasa melalui lantunan Lagu Indonesia Raya. Namun, yang menjadi sorotan bukan sekadar seremoni, melainkan capaian para peserta magang yang mempresentasikan inovasi dan kontribusi nyata selama menjalani program. Berbagai gagasan kreatif yang ditampilkan menunjukkan bahwa ruang belajar tidak selalu terbatas pada institusi formal, tetapi juga bisa tumbuh di lingkungan pemasyarakatan.
Pemutaran video inovasi semakin mempertegas peran peserta sebagai agen perubahan kecil yang membawa perspektif baru dalam aktivitas rutan. Dari efisiensi kerja hingga ide kreatif berbasis pelayanan, peserta menunjukkan bahwa proses magang mampu melahirkan solusi, bukan sekadar pengalaman administratif.
Perwakilan peserta, Andre, menyampaikan bahwa program ini telah menjadi ruang pembelajaran yang utuh. Bukan hanya soal keterampilan kerja, tetapi juga kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja dalam tim.
“Pengalaman ini membentuk cara kami melihat dunia kerja dengan lebih matang,” ujarnya.
Kepala Rutan Ponorogo, M. Agung Nugroho, dalam sambutannya menekankan bahwa pemagangan merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, keberhasilan program tidak diukur dari lamanya waktu, melainkan dari sejauh mana peserta mampu menyerap nilai dan mengembangkannya di masa depan.
“Ini bukan sekadar belajar bekerja, tapi belajar tentang mental, adaptasi, dan integritas. Kami berharap pengalaman di sini menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh,” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, sertifikat dan cinderamata diserahkan secara simbolis kepada perwakilan peserta. Momen tersebut berlangsung emosional, terlebih saat peserta juga memberikan kenang-kenangan kepada pihak rutan sebagai tanda terima kasih atas bimbingan yang telah diberikan.
Acara ditutup dengan Lagu Bagimu Negeri, doa bersama, serta sesi foto yang merekam kebersamaan antara peserta dan jajaran rutan. Lebih dari sekadar penutupan program, kegiatan ini menjadi refleksi bahwa pemagangan mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah.(Nang/Humas).
Posting Komentar