PONOROGO, SINYALINDONESIA – Komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas kembali ditegaskan oleh Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Ponorogo melalui rangkaian kegiatan penggeledahan blok hunian dan tes urine bagi warga binaan serta petugas, Senin (8/5/2025).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Apel dan Ikrar Bersama Pemasyarakatan Bersih dari Handphone ilegal, Narkoba, dan Penipuan (HALINAR) yang digelar dengan melibatkan unsur Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai bentuk sinergitas lintas lembaga dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan.
Apel dipimpin langsung oleh Plh Kepala Rutan Ponorogo, Gulang Rinanto. Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa pemberantasan HALINAR bukan sekadar agenda seremonial, melainkan komitmen nyata yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh jajaran.
“Integritas petugas menjadi kunci utama. Tanpa itu, upaya mewujudkan rutan yang bersih dari praktik ilegal tidak akan berjalan maksimal,” tegasnya.
Usai apel, petugas gabungan langsung bergerak melakukan penggeledahan menyeluruh di seluruh blok hunian, baik laki-laki maupun perempuan. Kegiatan berlangsung tertib dengan pendekatan humanis serta tetap mengedepankan standar operasional prosedur.
Hasilnya, tidak ditemukan handphone ilegal maupun barang terlarang lainnya. Kondisi ini menjadi indikator bahwa upaya pengawasan yang dilakukan selama ini berjalan efektif.
Tidak berhenti di situ, langkah preventif juga diperkuat melalui tes urine terhadap 43 orang yang terdiri dari warga binaan dan petugas. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi dini potensi penyalahgunaan narkotika di dalam rutan.
Dari hasil tes, seluruh peserta dinyatakan negatif narkoba. Hasil ini sekaligus mempertegas bahwa lingkungan Rutan Ponorogo berada dalam kondisi yang relatif aman dan terkendali dari penyalahgunaan zat terlarang.
Kegiatan ini mencerminkan keseriusan Rutan Ponorogo dalam membangun sistem pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Sinergi bersama aparat penegak hukum menjadi fondasi penting dalam menjaga marwah institusi sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.
Dengan langkah-langkah konkret seperti penggeledahan rutin dan tes urine berkala, Rutan Ponorogo optimistis mampu mempertahankan komitmen sebagai lembaga pemasyarakatan yang bebas dari HALINAR, sekaligus menjadi contoh praktik baik bagi satuan kerja lainnya.(Nang/Humas).

Posting Komentar