PONOROGO, SINYALINDONESIA – Di tengah rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Ponorogo memilih langkah yang tak kasat mata, namun berdampak besar: memastikan setiap warga binaan memiliki identitas yang sah dan diakui negara.
Senin (27/4/2026), Rutan Ponorogo menggelar verifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK), perekaman biometrik, hingga pemadanan data kependudukan. Kegiatan ini berlangsung di area layanan kunjungan, hasil kolaborasi langsung dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) sebagai bentuk layanan “jemput bola”.
Langkah ini bukan sekadar rutinitas administratif. Di baliknya, ada upaya mengembalikan hak dasar warga binaan yang kerap luput: identitas resmi.
Hasil sementara menunjukkan masih adanya celah. Sebanyak 8 warga binaan tercatat memiliki data kependudukan yang belum valid dan perlu perbaikan lanjutan. Sementara itu, 2 warga binaan berhasil menjalani perekaman biometrik sebagai pintu masuk penerbitan dokumen resmi negara.
Kepala Rutan Ponorogo, M. Agung Nugroho, menegaskan bahwa validasi data ini adalah bagian dari komitmen pemasyarakatan yang lebih manusiawi.
“Identitas adalah hak dasar. Dengan data yang sah, warga binaan bisa mengakses layanan publik, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Di sinilah makna pemasyarakatan mengalami pergeseran. Tak lagi sekadar pembinaan di dalam tembok, tetapi juga memastikan warga binaan tetap terhubung dengan sistem negara—dari administrasi kependudukan hingga jaminan sosial seperti layanan kesehatan.
Lebih jauh, validasi data ini menjadi fondasi penting. Tanpa NIK yang akurat, berbagai program pembinaan, bantuan sosial, hingga reintegrasi sosial berisiko tidak tepat sasaran.
Melalui langkah ini, Rutan Ponorogo seolah menegaskan bahwa pemulihan warga binaan dimulai dari hal paling mendasar: diakui sebagai warga negara.
Di usia ke-62, Hari Bakti Pemasyarakatan di Ponorogo tak hanya dirayakan, tetapi diisi dengan kerja sunyi yang berdampak—mengembalikan identitas, membuka akses, dan menyalakan harapan baru.(Nang/Humas).

Posting Komentar