Program Sanimas Desa Tegalombo Bangun 24 Titik Sanitasi, Warga Rasakan Manfaatnya

Siti Maimunah alias Sali kini punya jamban berkat program sanimas 

PONOROGO, SINYALINDONESIA
– Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) di Desa Tegalombo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, mulai dirasakan manfaatnya oleh warga. Sebanyak 24 keluarga penerima manfaat mendapatkan fasilitas sanitasi melalui program yang digulirkan Kementerian Pekerjaan Umum tersebut.

Program yang dikelola Pokmas Belik Sumber Bening itu mendapat dukungan anggaran Rp400 juta pada Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaannya menyasar kebutuhan sanitasi warga, mulai dari bilik MCK, tangki septik individual maupun komunal, hingga saluran pembuangan air limbah.


Bagi warga penerima, program tersebut bukan sekadar pembangunan fisik. Fasilitas sanitasi yang sebelumnya terbatas kini menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas lingkungan tempat tinggal.

Siti Maimunah alias Sali, salah satu penerima manfaat di Jalan Pesantren, RT 04/RW 02, Lingkungan Ngetal, Dukuh Krajan, Desa Tegalombo, mengaku senang mendapat fasilitas tersebut.

“Sangat senang sekali dapat bantuan program Sanimas berupa kamar mandi (bilik MCK), tangki septik individual/komunal, dan pembuangan air limbah,” kata Siti saat ditemui, Kamis (24/9/2026).

Program Sanimas memang dirancang dengan pendekatan berbasis masyarakat. Kelompok Masyarakat Penyelenggara (KMP) terlibat langsung dalam pelaksanaan melalui metode swakelola, sehingga pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan setempat.

Di Tegalombo, pola tersebut membuat manfaat program langsung menyentuh keluarga penerima. Infrastruktur sanitasi dibangun bukan sekadar mengejar jumlah titik pekerjaan, tetapi diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar warga.

Selain meningkatkan akses terhadap sanitasi yang layak dan aman, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan ikut mendukung upaya menjaga kesehatan lingkungan dan percepatan penurunan stunting.

Dengan 24 keluarga menjadi penerima manfaat, Sanimas di Tegalombo menunjukkan bagaimana anggaran pembangunan dapat diterjemahkan menjadi fasilitas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Program ini sekaligus menjadi gambaran bahwa pembangunan sanitasi berbasis masyarakat tidak berhenti pada pembangunan fisik. Ketika warga dilibatkan sejak pelaksanaan, fasilitas yang dibangun memiliki peluang lebih besar untuk dipelihara dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.(Nang/Eko/Red).

0/Post a Comment/Comments

Sinyal Indonesia

Dilihat :