Sinergi TNI dan Warga Percepat Pembangunan Empat Jembatan Garuda di Ponorogo


PONOROGO, SINYALINDONESIA
— Di tengah semangat gotong royong yang masih terjaga kuat di pedesaan, sinergi antara TNI dan masyarakat kembali menunjukkan hasil nyata. Proyek pembangunan empat jembatan strategis di Kabupaten Ponorogo terus dikebut pengerjaannya, melibatkan personel Kodim 0802/Ponorogo bersama warga setempat, Senin (29/06/2026).

Empat titik pembangunan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni Jembatan Aramco di Desa Slahung (Kecamatan Slahung) dan Desa Baosan Lor (Kecamatan Ngrayun), serta Jembatan Perintis Garuda di Desa Mojomati (Kecamatan Jetis) dan Desa Tempuran (Kecamatan Sawoo). 

Keempat proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya di daerah yang selama ini terkendala akses infrastruktur.

Di lapangan, kolaborasi antara TNI dan masyarakat berjalan tanpa sekat. Para anggota Koramil bersama warga bergantian bekerja setiap hari, bahu-membahu menyelesaikan pembangunan. Semangat kebersamaan tersebut tidak hanya mempercepat proses pengerjaan, tetapi juga menjadi cerminan kuatnya nilai gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat.

Salah satu titik yang menunjukkan progres signifikan adalah pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Tempuran, Kecamatan Sawoo. Hingga saat ini, capaian pembangunan telah menyentuh angka 32,73 persen. Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan hasil dari kerja keras kolektif yang dilakukan setiap hari.

“Setiap hari anggota Koramil Sawoo bersama masyarakat bekerja secara bergantian dengan penuh semangat dan antusias,” ujar Serda Agus Khamim, Babinsa Desa Tempuran, yang aktif mendampingi sekaligus turun langsung dalam proses pembangunan.

Bagi warga, pembangunan jembatan ini bukan hanya proyek fisik, tetapi harapan baru. Selama bertahun-tahun, akses yang sulit memaksa mereka menempuh jarak jauh atau bahkan menyeberangi sungai secara manual demi menjalankan aktivitas sehari-hari.

Minto (43), salah satu warga Desa Tempuran, mengaku sangat terbantu dengan adanya pembangunan jembatan tersebut. Ia bersama warga lainnya secara sukarela ikut bergotong royong demi percepatan pembangunan.

“Alhamdulillah, kami sangat senang dan bersemangat membantu. Selama ini kalau mau ke seberang harus memutar jauh atau berjalan kaki menyeberangi sungai. Dengan adanya jembatan ini nanti aktivitas warga pasti jauh lebih mudah,” ungkapnya.

Sementara itu, progres di tiga titik lainnya juga menunjukkan perkembangan menggembirakan. Jembatan Aramco di Desa Slahung telah mencapai 67,47 persen, Jembatan Aramco di Desa Baosan Lor, Ngrayun mencapai 71,68 persen, dan Jembatan Perintis Garuda di Desa Mojomati, Jetis berada di angka 69,13 persen.

Capaian tersebut mencerminkan konsistensi kerja di lapangan sekaligus komitmen bersama untuk menyelesaikan proyek sesuai target yang telah ditetapkan oleh komando atas. Tidak hanya mengejar waktu, kualitas pembangunan juga tetap menjadi perhatian utama.

Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, proyek ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara negara dan rakyat. Di tengah berbagai tantangan, sinergi TNI dan masyarakat di Ponorogo menjadi bukti bahwa pembangunan akan lebih cepat dan bermakna ketika dilakukan bersama.

Ke depan, keberadaan jembatan-jembatan ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka akses pendidikan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah pedesaan.(Nang/Red).

0/Post a Comment/Comments

Sinyal Indonesia

Dilihat :