Jembatan Harapan dari Desa: Garuda Perintis Rampung, Warga Ngloning Rayakan Syukur


PONOROGO, SINYALINDONESIA
— Pagi di Desa Ngloning, Kecamatan Slahung, Rabu (10/06/2026), terasa berbeda. Udara desa yang biasanya sunyi kini dipenuhi senyum, tawa, dan rasa lega. Warga berkumpul di satu titik yang selama ini hanya menjadi impian: sebuah jembatan kokoh yang kini benar-benar berdiri.

Jembatan itu bukan sekadar beton dan rangka baja. Ia adalah simbol perubahan. Empat Jembatan Perintis Garuda yang menjadi program strategis pemerintah, hasil kolaborasi antara Kodim 0802/Ponorogo dan masyarakat di Desa Ngloning, Sidowayah, Maguwan, dan Bungkal, akhirnya rampung 100 persen. 

Proyek ini menjawab kebutuhan dasar warga yang selama bertahun-tahun harus menghadapi keterbatasan akses, bahkan kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.

Di Ngloning, rasa syukur itu dituangkan dalam sebuah tradisi sederhana namun sarat makna: syukuran bersama di lokasi jembatan.

Warga datang membawa hidangan, doa, dan harapan. Anak-anak berlarian di sekitar jembatan yang kini aman dilalui, sementara orang tua saling berbagi cerita tentang masa lalu ketika menyeberang sungai menjadi aktivitas penuh risiko.

Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Kasdim 0802/Ponorogo Mayor Inf Agus Budi Cahyono, Danramil 0802-10/Slahung Kapten Arh Rohmad Iswanto, Camat Slahung Nurul Huda Rifai, serta Kapolsek Slahung AKP Pitoyo. Kehadiran mereka menjadi simbol sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Dandim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra yang diwakili Kasdim menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ini tidak lepas dari gotong royong yang kuat.

“Jembatan ini bukan hanya infrastruktur, tapi penghubung kehidupan. Kami berharap dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, sekaligus dijaga dan dirawat agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Mayor Agus.

Lebih dari sekadar akses fisik, jembatan ini diyakini akan membuka peluang ekonomi baru. Distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar, mobilitas warga meningkat, dan akses menuju fasilitas pendidikan maupun kesehatan semakin mudah.

Kepala Desa Ngloning, mewakili warganya, tak mampu menyembunyikan rasa haru. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran jembatan ini adalah jawaban atas harapan panjang masyarakat.

“Ini bukan hanya pembangunan, ini adalah mimpi kami yang akhirnya terwujud,” katanya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, pemotongan pita sebagai tanda peresmian, serta ramah tamah yang mempererat kebersamaan antara warga dan para undangan.

Di balik kemegahan sederhana jembatan tersebut, tersimpan kisah tentang perjuangan, kolaborasi, dan harapan. Jembatan Perintis Garuda kini tidak hanya menghubungkan dua sisi wilayah, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Ponorogo.(Nang/Humas).

0/Post a Comment/Comments

Sinyal Indonesia

Dilihat :