PONOROGO, SINYALINDONESIA — Di balik seragam loreng yang identik dengan tugas pertahanan, peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) justru kian terasa dekat dengan kehidupan masyarakat. Seperti yang dilakukan Koptu Hendrik Wibisono, anggota Koramil Tipe B 0802/16 Jetis, Kodim 0802/Ponorogo, yang memilih hadir langsung membantu warga memperbaiki rumah di desa binaannya, Sabtu (20/06/2026).
Kegiatan itu bukan sekadar bantuan tenaga. Ia menjadi bagian dari strategi komunikasi sosial (komsos) yang rutin dilakukan para Babinsa sebagai ujung tombak satuan di wilayah. Melalui pendekatan yang sederhana namun konsisten—kerja bakti, anjangsana, hingga pendampingan kegiatan warga—kehadiran TNI di desa diupayakan tetap relevan dan dirasakan manfaatnya.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin terus membangun kedekatan dan keakraban dengan warga. Selain membantu, ini juga jadi sarana memperkuat silaturahmi,” ujar Koptu Hendrik.
Dalam praktiknya, komsos memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar interaksi sosial. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari sistem deteksi dini. Dari percakapan ringan hingga keterlibatan langsung di lapangan, berbagai informasi terkait kondisi sosial, ekonomi, hingga potensi permasalahan di desa dapat terpetakan lebih cepat.
Pendekatan ini dinilai efektif menjaga stabilitas wilayah. Dengan memahami persoalan sejak dini, potensi konflik atau kendala sosial dapat segera diantisipasi dan diselesaikan secara musyawarah.
Di tengah dinamika kehidupan desa, peran Babinsa seperti yang ditunjukkan Koptu Hendrik menjadi gambaran nyata bahwa pengabdian tidak selalu hadir dalam bentuk besar. Kadang, ia cukup hadir dalam kerja gotong royong—mengangkat genteng, mengaduk semen, dan menyapa warga dengan hangat.
Kegiatan sederhana itu, pada akhirnya, memperkuat satu hal yang paling mendasar: kepercayaan antara aparat dan masyarakat. Dan dari situlah, ketahanan wilayah dibangun—dari desa.(Nang/Humas).

Posting Komentar