
Warga bersama TNI gotong royong bersihkan longsoran yang timpa rumah warga
PONOROGO, SINYALINDONESIA — Bencana tanah longsor yang terjadi hampir bersamaan di dua kecamatan di Kabupaten Ponorogo, Rabu (20/5/2026) dini hari, langsung direspons cepat oleh aparat TNI bersama warga. Gotong royong menjadi kunci penanganan, meminimalkan dampak sekaligus mempercepat pemulihan.
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 05.00 WIB di Dukuh Bukul, Desa Wates, Kecamatan Slahung. Longsoran tanah menghantam sisi rumah milik Sugiyanto, menyebabkan kerusakan dengan taksiran kerugian mencapai Rp15 juta. Material tanah yang menimbun bagian samping rumah sempat menghambat akses dan berpotensi membahayakan penghuni.
Respons cepat datang dari anggota Koramil Tipe B 0802/10 Slahung. Dipimpin Serka Suparto, personel TNI bersama Polsek, perangkat kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat langsung turun tangan melakukan evakuasi manual.
“Ini bentuk kepedulian kami. Begitu mendapat informasi, kami langsung bergerak bersama warga untuk membersihkan material longsor,” ujar Suparto di lokasi.
Kerja bakti dimulai sejak pagi hari. Dengan peralatan sederhana, mereka bahu-membahu mengangkat tanah, menyingkirkan material, dan memastikan kondisi rumah kembali aman. Babinsa Desa Wates, Sertu Arifin, turut memimpin koordinasi di lapangan.
Hampir bersamaan, longsor juga terjadi di Dukuh Kedung, Desa Baosan Kidul, Kecamatan Ngrayun sekitar pukul 04.30 WIB. Rumah milik Jaman mengalami kerusakan pada bagian tembok samping yang ambrol akibat tekanan tanah.
Anggota Koramil Tipe B 0802/12 Ngrayun bergerak cepat melakukan pengamanan lokasi sekaligus kerja bakti bersama warga. Fokus penanganan meliputi pembersihan material longsor serta pencegahan dampak lanjutan, terutama jika terjadi hujan susulan.
Tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut. Namun aparat mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan tebing untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim penghujan yang berpotensi memicu pergerakan tanah.
Peristiwa ini kembali menegaskan kuatnya solidaritas di tingkat lokal. Kolaborasi TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat terbukti menjadi garda terdepan dalam menghadapi bencana, memastikan penanganan cepat tanpa harus menunggu bantuan datang dari luar wilayah.(Nang/Humas).
Posting Komentar