PONOROGO, SINYALINDONESIA — Suasana malam di Desa Demangan, Kecamatan Siman, Sabtu (30/5), berubah menjadi arena pembentukan karakter. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo menggelar Masa Pembinaan Mental dan Fisik (MAPEMSIK) bagi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2026—sebuah tahapan krusial sebelum mereka resmi menyandang status ASN di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kegiatan dimulai dengan apel pembukaan di Balai Desa Demangan yang dipimpin Kepala Rutan Ponorogo, M. Agung Nugroho. Prosesi pemasangan pita kepada peserta menjadi penanda dimulainya pembinaan—bukan sekadar simbol, tetapi representasi awal perjalanan panjang membangun integritas dan loyalitas.
Selepas apel, peserta langsung digembleng melalui empat pos pembinaan: Pos Anggota Jaga, Pos P2U, Pos Karupam, dan Pos Staf KPR. Di tiap titik, mereka tidak hanya menerima materi teknis pemasyarakatan, tetapi juga diuji ketahanan mental, disiplin, serta kemampuan bekerja dalam tekanan—kompetensi yang menjadi fondasi utama dalam sistem pemasyarakatan.
Puncak kegiatan ditandai dengan longmarch malam hari dari wilayah Siman menuju Rutan Ponorogo. Rute ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan metafora tentang jalan panjang yang harus ditempuh seorang abdi negara: penuh tantangan, menuntut ketangguhan, dan membutuhkan solidaritas.
Setibanya di rutan, suasana berubah khidmat. Dalam apel penutupan, pita peserta dilepas, dilanjutkan dengan siraman air kembang sebagai simbol penyucian diri dan pembaruan komitmen. Penyematan baret oleh Kepala Rutan menjadi penegasan bahwa para peserta telah melewati fase pembinaan awal.
Momen paling emosional terjadi saat para CASN satu per satu memberikan penghormatan dan mencium Bendera Merah Putih, Bendera Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Bendera Pemasyarakatan. Ritual ini menjadi pernyataan simbolik atas kesiapan mereka mengabdi kepada negara dan institusi.
Kepala Rutan Ponorogo, M. Agung Nugroho, menegaskan bahwa MAPEMSIK bukan sekadar agenda seremonial.
“Ini adalah proses pembentukan karakter. Kami ingin melahirkan ASN yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga berintegritas tinggi, disiplin, dan loyal terhadap organisasi,” ujarnya.
MAPEMSIK 2026 diharapkan menjadi fondasi awal bagi para CASN untuk memasuki dunia kerja pemasyarakatan yang menuntut profesionalisme sekaligus integritas. Dengan bekal ini, Rutan Ponorogo menargetkan lahirnya insan pemasyarakatan yang adaptif, tangguh, dan mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas.(Nang/Red).

Posting Komentar