TRENGGALEK, SINYALINDONESIA — Transformasi digital kian menjadi kunci bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk bertahan sekaligus berkembang di tengah perubahan perilaku konsumen. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui aplikasi BRImo menghadirkan fitur QRIS sebagai solusi pembayaran nontunai yang cepat, aman, dan praktis—serta semakin relevan bagi pelaku usaha di daerah.
Di lapangan, kehadiran QRIS BRImo bukan sekadar mengikuti tren, melainkan menjawab persoalan klasik transaksi tunai: mulai dari risiko uang palsu, kebutuhan uang kembalian, hingga pencatatan yang kurang rapi. Dengan sistem digital, seluruh transaksi tercatat otomatis dan dapat dipantau secara real time.
Sigit, pemilik Daily Food yang berjualan di kawasan Alun-Alun Trenggalek, merasakan langsung manfaat tersebut. Ia menyebut penggunaan QRIS BRImo membuat aktivitas jual beli jauh lebih efisien dan minim kendala.
“Sekarang semua jadi lebih gampang. Tidak perlu cek uang asli atau palsu, dan banyak pelanggan—terutama anak muda—lebih suka bayar pakai QRIS. Uangnya juga langsung masuk ke rekening,” ujarnya Ahad, 31/5/2026.
Awalnya, Sigit hanya memanfaatkan BRImo untuk transfer dan menerima pembayaran. Namun seiring meningkatnya penggunaan transaksi digital oleh pelanggan, ia mulai mengandalkan QRIS sebagai metode utama pembayaran di gerainya. Kode QRIS kini terpajang jelas di meja kasir, memudahkan pelanggan melakukan transaksi hanya dengan memindai.
Menurutnya, keunggulan utama QRIS BRImo terletak pada transparansi dan kecepatan. Setiap transaksi yang masuk dapat langsung terkonfirmasi melalui aplikasi, tanpa perlu pengecekan manual yang memakan waktu.
“Kalau ada yang bayar, langsung kelihatan masuk. Jadi lebih tenang dan praktis,” katanya.
Selain itu, aplikasi BRI Merchant memungkinkan pelaku usaha memantau detail transaksi secara lengkap, mulai dari nama pelanggan hingga nominal pembayaran. Fitur ini membantu pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha secara lebih tertib dan profesional.
Digitalisasi melalui QRIS BRImo pun menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan, sekaligus mendorong UMKM naik kelas. Dengan sistem pembayaran yang efisien, pelaku usaha tidak hanya meningkatkan kenyamanan pelanggan, tetapi juga memperkuat daya saing di era ekonomi digital.
Langkah ini menegaskan peran perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Di tengah geliat digitalisasi, kemudahan akses transaksi menjadi fondasi penting bagi UMKM untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman.(Nang/Humas).

Posting Komentar