PONOROGO, SINYALINDONESIA – Di tengah tantangan krisis pangan global, ketahanan pangan nasional justru dimulai dari langkah-langkah kecil di pematang sawah. Rabu (25/02/2026), suasana di hamparan lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Aneka Tani, Dusun Demalang, Desa Somoroto, tampak berbeda. Terlihat warna hijau seragam militer menyatu dengan hijaunya rumpun padi yang sedang bersolek di musim penghujan.
Adalah Serma Edy Susanto, punggawa Koramil Tipe B 0802/05 Kauman, yang tak segan turun langsung melakukan pendampingan. Bukan sekadar seremoni, kehadiran Babinsa ini merupakan bagian dari strategi "jemput bola" TNI AD dalam mengawal kedaulatan pangan di wilayah Bumi Reog.
Deteksi Dini, Hasil Maksimal
Bagi Serma Edy, fase pertumbuhan padi di musim penghujan adalah masa krusial. Kelembapan tinggi seringkali menjadi undangan terbuka bagi hama dan penyakit tanaman.
"Kami ingin memastikan tanaman tumbuh normal. Jika ada gangguan, sekecil apa pun, harus terdeteksi lebih dini agar petani tidak merugi," ujar Serma Edy di sela-sela kegiatannya.
Lebih dari Sekadar Bertani
Langkah Kodim 0802/Ponorogo ini mencerminkan dua fungsi strategis sekaligus:
- Teknis Agraria: Memastikan target produksi gabah tercapai melalui pengawalan distribusi pupuk dan pemantauan hama.
- Komunikasi Sosial (Komsos): Mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui interaksi humanis di lapangan.
Kegiatan ini membuktikan bahwa penguatan ketahanan pangan bukan hanya soal angka statistik di atas kertas, melainkan soal keringat dan kehadiran nyata di garis depan—yakni sawah-sawah para petani. Dengan pengawalan ketat seperti ini, warga Desa Somoroto optimis panen raya tahun ini akan membawa keberkahan bagi lumbung pangan Ponorogo.(Nang/Humas).

Posting Komentar