
PONOROGO, SINYALINDONESIA – Peran TNI tak lagi sebatas menjaga kedaulatan negara. Di tingkat desa, prajurit justru hadir di tengah denyut persoalan paling mendasar: kesehatan ibu dan anak. Itulah yang dilakukan jajaran Kodim 0802/Ponorogo melalui pendampingan Posyandu Balita di Desa Sooko, Jumat (27/02/2026).
Serma Sunyoto, anggota Koramil Tipe C 0802/18 Sooko yang juga Babinsa Desa Sooko, turun langsung memonitor jalannya kegiatan Posyandu di Dukuh Dalangan. Ia memastikan pelayanan berjalan tertib, aman, dan menyentuh seluruh balita yang hadir.
“Pendampingan dan pengawalan kegiatan di wilayah desa binaan merupakan tugas rutin kami, termasuk hari ini pada pelaksanaan Posyandu Balita yang melibatkan tenaga kesehatan dari bidan desa,” ujar Serma Sunyoto.
Bagi Babinsa, Posyandu bukan sekadar agenda bulanan. Di sanalah data tumbuh kembang balita dicatat, imunisasi diberikan, dan edukasi gizi disampaikan. Kehadiran aparat teritorial menjadi bagian dari penguatan ekosistem layanan dasar di desa—menciptakan rasa aman sekaligus membangun kedekatan emosional dengan warga.
Pendampingan ini juga menjadi ruang komunikasi sosial (komsos) antara TNI dan masyarakat. Dalam suasana santai namun penuh perhatian, Babinsa berdialog dengan para ibu, mendengarkan keluhan, sekaligus memberi semangat agar rutin memantau kesehatan anak.
Serma Sunyoto berharap pelayanan kesehatan di tingkat desa terus berjalan humanis dan profesional. “Kami ingin warga terlayani dengan baik, para petugas medis pun bisa menjalankan tugas dengan nyaman,” jelasnya.
Langkah sederhana di Posyandu ini sesungguhnya mencerminkan wajah kolaborasi di akar rumput. Saat program pemerintah tentang peningkatan kesehatan masyarakat dikawal hingga ke desa, harapannya bukan hanya angka statistik yang membaik—melainkan kualitas generasi masa depan yang benar-benar terjaga. (Nang/Humas).
Posting Komentar